test

Bila Isu Politik Masuk Pasar Modal

Dimuat: April 22, 2009

Bila Isu Politik Masuk Pasar Modal thumbnail

Bila rumors politik menjadi bahan pembicaraan dikalangan pelaku pasar modal, suasana kian riuh bak kodok bernyanyi bersambut dengan alam.  Sebagian pelaku menghendaki pasangan SBY-JK tetap berjalan agar keadaan ekonomi menjadi stabil & menyayangkan terjadinya perceraian antara Partai Demokrat dengan Partai Golkar karena akan menciptakan keragu-raguan di kalangan pasar modal. Lain orang lain analisa, demikianpun saat Ibiz bertanya kepada analis & pelaku pasar modal dari perusahaan sekuritas asing & manajer investasi asing. Mereka melihat adanya koreksi saham tidak ada hubungan dengan SBY-JK, lagipula asing tidak pernah mentokohkan seseorang karena fokusnya adalah siapapun yang memberi kestabilan keamanan & investasi mereka.

Salah seorang Analis tersebut justru bertanya : “Sejak kapan asing menjagokan seseorang untuk jadi Presiden ? Selama keamanan stabil & ekonomi kondusif, maka cukuplah bagi mereka. Saya rasa itu hanya isu-isu belaka yang disuarakan oleh para pendukung mereka. Koreksi yang terjadi hari ini karena faktor regional & itupun tidak semua turun, masih ada seperti BNII, JSMR & ITMG yang dicollect-buying. Tidak ada hubungan dengan Pilpres”.

Pada Rabu, 22 April 2009 IHSG terkoreksi - 13.617 pts atau - 0.84 % menjadi 1615.232, sementara Rupiah terhadap Dollar ditutup pada angka 10,850  atau terdepresiasi 50 pts. Di regional, Hong Kong terkoresi - 407.44 pts atau - 2.67 % menjadi 14878.45 & di Tokyo alami kenaikkan + 15.97 pts atau + 0.18 % menjadi 8727.30, sementara Singapore alami koreksi - 43.84 pts atau - 2.32 % menjadi 1843.41.

( mm )

Share/Save/Bookmark


Dipersembahkan Oleh

banner 11

Investasi BIZ comments

You must be logged in to post a comment.