Gunakan Pencarian IBiz dibawah:
Kata Kunci Pencarian Terbanyak:
Investasi Keuangan Forex Valas Bursa Reksadana Asuransi InvestorDimuat: April 28, 2009
Saat ini investor mulai dikenalkan pada instrument investasi bernama ETF atau Exchange Traded Fund . Produk ini relatif baru muncul di pasar Indonesia dan pantas dilirik oleh investor untuk menambah portofolio investasinya. Produk ini di adaptasi dari negara-negara maju dan sangat populer di kalangan investor sebagai alternatif investasi selain reksadana.
ETF atau Exchange Traded Fund secara sederhana dapat diartikan sebagai Reksa Dana yang diperdagangkan di Bursa. Seperti halnya Reksa Dana, ETF merupakan Kontrak Investasi Kolektif dimana Unit Penyertaan dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa seperti halnya saham. Seperti halnya Reksa Dana konvensional, dalam ETF terdapat pula Manajer Investasi, Bank Kustodian.
Salah satu jenis ETF yang akan dikembangkan di pasar modal Indonesia adalah Reksa Dana Indeks dimana indeks yang dijadikan underlying adalah Indeks LQ 45.
Manfaat ETF:
-Reksadana ETF diperdagangkan di BEJ
-Liquiditas relatif terjaga dengan adanya Dealer Partisipan
-Diversifikasi Investasi
-Risiko Penurunan NAB akibat Redemption dapat diminimalisasi
-Pengelolaan Investasi lebih transparan
Beberapa perusahaan manajer investasi yang mengelola ETF:
1. PT Indo Premier Securities – Reksa Dana Premier ETF LQ-45
Informasi Produk
|
Jenis Instrumen |
Reksa Dana Yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek (Exchange Traded Fund). |
|
Indeks Acuan |
LQ-45 |
|
Tanggal Pencatatan |
18 Desember 2007 |
|
Bursa Perdagangan |
Bursa Efek Indonesia |
|
Ukuran Lot Perdagangan |
500 Unit Penyertaan |
|
Pembagian Dividen |
Per semester, apabila ada |
|
Pembelian dan Penjualan Kembali kepada Manajer Investasi |
Pembelian—pemodal membeli Unit Penyertaan dalam satuan Unit Kreasi secara in-kind dengan menyerahkan saham-saham indeks dan komponen tunai melalui Dealer Partisipan. Penjualan kembali—pemodal menjual kembali Unit Penyertaan dalam satuan Unit Kreasi dan menerima pembayaran secara in-kind berupa saham-saham indeks dan komponen tunai melalui Dealer Partisipan. |
|
Unit Kreasi |
10.000.000 Unit Penyertaan. |
|
Harga Unit Penyertaan |
± tingkat harga Indeks LQ-45. |
|
Dealer Partisipan |
PT Indo Premier Securities |
|
Manajer Investasi |
PT Indo Premier Securities |
|
Bank Kustodian |
Citibank, N.A., Indonesia |
|
Lembaga Penyimpanan |
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). |
2. PT.Bahana TCW Investment Management -
Reksa Dana ABF Indonesian Bond Index Fund
Informasi Produk
|
Jenis Instrumen |
Reksa Dana Yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek (Exchange Traded Fund). |
|
Indeks Acuan |
iBoxx ABF Indonesia Index®. |
|
Tanggal Pencatatan |
18 Desember 2007 |
|
Bursa Perdagangan |
Bursa Efek Indonesia |
|
Ukuran Lot Perdagangan |
500 Unit Penyertaan |
|
Denominasi Mata Uang |
Rupiah |
|
Kebijakan Manajer Investasi |
1. Manajer Investasi akan melakukan investasi pada: Efek bersifat utang yang menjadi bagian dari indeks tolok ukur (efek tolok ukur), atau efek-efek bersifat utang yang menurut manajer investasi serupa dengan efek tolok ukur dan diterbitkan oleh institusi yang sama dengan institusi yang menerbitkan efek tolok ukur investasi pada efek bersifat utang yang serupa dengan efek tolok ukur tidak melebihi dari 15% (lima belas persen) dari nilai aktiva bersih ABF IBI Fund. Efek bersifat utang yang serupa dengan efek tolok ukur mencakup namun tidak terbatas pada : Obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh pemerintah dan lembaga milik pemerintah berdomisili di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. · Obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan oleh lembaga keuangan supranasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Manajer Investasi dapat melakukan transaksi Repo untuk kepentingan pemegang unit penyertaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan syarat-syarat dalam kontrak investasi kolektif. |
|
Unit Kreasi |
25.000.000.000 Unit Penyertaan. |
|
Dealer Partisipan |
PT Bahana Securities |
|
Manajer Investasi |
PT Bahana TCW Investment Management |
|
Bank Kustodian |
HSBC , Jakarta, Indonesia |
|
Perpajakan |
Kenaikan Nilai Aktiva Bersih (capital gain) tidak dikenakan pajak |
Resiko Investasi
Risiko yang dihadapi investor dalam bertransaksi ETF adalah resiko berkurangnya nilai unit penyertaan, faktor likuiditas dan pada risiko pasar. Risiko lain adalah pencairan besar-besaran yang membuat dealer pasar ETF tidak sanggup memenuhi permintaan investor dan juga manajer investasi tidak dapat memenuhi permintaan pemain pasar tersebut.
Investor sebaiknya mempelajari lebih lanjut atau menanyakan kepada seorang perencana keuangan apabila ingin berinvestasi di instrument ini. Tujuannya adalah investor dapat mengenal lebih dalam serta tahu betul karakteristik ETF. Sehingga dapat disesuaikan dengan tujuan investasi yang diharapkan.
Selamat berinvestasi.
Source: www.bapepam.go.id
You must be logged in to post a comment.