Gunakan Pencarian IBiz dibawah:
Kata Kunci Pencarian Terbanyak:
Investasi Keuangan Forex Valas Bursa Reksadana Asuransi InvestorDimuat: May 5, 2009
Ngomong tentang ‘Nilai’, dah zaman sejak Prabu Airlangga bahkan sebelumnya manusia di seantro nagari dah ngerti amat. Lha wong kalo kita tanya Cleopatra yang brojol di dunia Sebelum Masehi atau kalo mau mundur lagi bangsa Viking di Skandinavik ……….. Mereka dah puahaaaam tenan. Sangking puahamnya, maka bila berbicara tentang ‘Nilai’ yang bersifat materiil mesti bakal diguyune … Maaf, maksud Mbah : “Di-ketawain”. Karena bagi para leluhur kita atau bangsa-bangsa yang sono itu pada masa itu, hal perihal nilai kematerialan adalah tugas sabuk putih ke coklat kalo di Karate.
Buktinya ?
Mereka dah terbang melayang untuk mempelajari yang namanya ‘Nilai’ Manusia di hadapan ‘Tuhan’ …… makanya Agama-agama lahir, mulai dari Asia hingga Timur Tengah.
Nah lho kan ???
Lalu kalo kita ngomong tentang “Uang”, maka mereka lebih menghendaki musti ada 3 hal. Apa ituuuuu ????
1. Uang itu musti memiliki Nilai-Tukar,
2. Uang itu musti memiliki Nilai-Barangnya, dan
3. Uang itu musti tahan lan kuat terhadap segala macam keadaan.
Bingung ?
Yoooo ….. kita telanjangi satu-satu yo.
NILAI-TUKAR
artinya uang itu semisalkan senilai dengan gerobak sapi sampean
NILAI-BARANG
artinya uang itu sebagai barang sendiri musti memiliki nilai, misalken terbuat dari emas atau perak
TAHAN LAN KUAT
artinya uang itu gak gampang rusak kalo kena tangisan alam (=hujan ) atau batuknya raksasa (=gempa ) atau apapun
Naaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ……………………
Makanya kenapa orang zaman dahulu kala & sebagian pada masa sekarang masih percaya yang seperti ini. Bagi mereka, uang zaman sekarang aneh bin lemah … gampang sobek, mudah nempel, kertasnya gak berharga, logamnya kalo dijual murah meriah, dsb.
Puaham ???
Lha monggo ditanya kalo masih mabuk yo
Suwun
You must be logged in to post a comment.